Archive from Juni, 2016
Jun 2, 2016 - Sehari-hari    No Comments

Obsesi Jadi Artis

Dari dulu, entah kenapa. Saya selalu tertarik dengan dunia entertainment. Dari mulai musik, film, sinetron bahkan iklan. Setiap kali ada band-band atau penyanyi yang keren, saya selalu mendengarkan lagu-lagunya. Bahkan tidak jarang pula saya mengikuti gaya-gayanya saat sang idola menyanyi.

Sebagai contoh, Haddad Alwi. Haddad Alwi adalah penyanyi pertama yang saya dengarkan lagu-lagunya. Semasa kecil, mungkin kisaran umur 5 sampai 6 tahun. Saking sukanya sama haddad Alwi, saya sampai hapal semua lagu-lagunya. Setiap sehabis pulang sekolah, hal pertama yang saya lakukan adalah menghidupkan type dan menyetel lagu-lagu Haddad alwi melalui kaset. Saya ikuti nyanyiannya sampai pada akhirnya hal itu terjadi. Saya jadi suka nyanyi. Setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik (mungkin) saya selalu menyanyi. Disinilah obsesi saya menjadi seorang penyanyi tumbuh.

Beberapa tahun kemudian saya pindah rumah. Obsesi saya untuk menjadi seorang penyanyi perlahan memudar karena sudah jarang sekali menyanyi. Namun, ketertarikan saya dengan dunia entertainment semakin menggebu-gebu.

Ketika saya masuk SMP, setelah saya mengenal band bernama Stinky. Saya jadi sering ngeband. Walaupun saya tidak punya keahlian khusus dalam bermusik tapi saya tidak peduli. Bersama teman-teman sekolah, saya membentuk band bernama The Konslet. Melalui band ini obsesi saya yang tadinya ingin menjadi penyanyi berubah ingin menjadi seorang musisi. Alat musik yang saya mainkan dulu adalah Drum. Melihat Reza (drumer peterpan) kala itu, sangat keren sekali. Permainannya sangat menginspirasi saya untuk menjadi seorang drumer dari band terkenal. Beberapa tahun kemudian saya semakin fokus di musik. Setelah The Konslet bubar saya membentuk band bernama Inzicht. Melalui band inilah sedikit demi sedikit obsesi saya untuk menjadi musisi terwujud setelah berhasil membuat single lagu. Mempromosikannya di radio-radio, memenuhi panggilan talk show di radio-radio, menjadi bintang tamu di event-event kecil dan menegah dan membuat album kompilasi.

Saya cukup bahagia saat itu. Namun kalian tidak tahu bahwa obsesi saya untuk menjadi musisi perlahan terbelah setelah saya menonton TV Seri Cookies yang ditayangkan di SCTV setiap sore. Judulnya kalau tidak salah ‘Jungkir Balik Dunia Sissy’ pemainnya Putri Titian. Ketika saya menonton Putri Titian berakting, saya fokus sekali dalam menonton tayangan tersebut. Sampai pada akhirnya saya seakan-akan merasa masuk dan terlibat dalam cerita di TV seri tersebut dan bercampur dalam kehidupan nyata. Disinilah kekacauan itu terjadi. Saya menjadi sulit memisahkan diri dari kehidupan nyata dan maya.

Kehidupan nyata saya sudah berbaur dengan kehidupan TV seri di SCTV. Sampai pada akhirnya saya membuat TV seri sendiri di dalam kehidupan nyata. Saya mencoba berakting dan berpura-pura. Saya bercerita pada teman sebangku di SMP bahwa saya sudah mempunyai pacar. Pacar saya mempunyai penyakit jantung dan tidak boleh mengalami hal-hal yang mengejutkan. Dia orang kaya, tinggal di Rengasdengklok, rumahnya besar dan mobilnya mewah. Dia bernama Christina Christa Sabathali seorang beragama kristen yang pacaran dengan orang islam. Berhari-hari teman saya dihasuti oleh cerita-cerita fiktif yang saya buat sendiri. Dan anehnya, semua cerita hayalan yang saya karang itu dipercayai bahkan membuat teman saya terharu saat mendengar bahwa pacar saya meninggal ketika dia rindu ingin bertemu pujaan hatinya (Baca: saya sendiri)

(BERSAMBUNG)