Keluh kesah dari Pembeli CD Original

Di era seperti sekarang ini CD bajakan sudah mulai di tinggalkan. Mereka (Pembeli) rata-rata lebih memilih beralih mendownload di Internet dengan alasan praktis dan bisa di dengarkan dimana-mana. Namun sampai sekarang tidak jarang pula ada yang masih membeli CD bajakan. Biasanya pembeli semacam ini adalah pembeli dari bapak-bapak atau ibu-ibu yang tidak faham internet atau kaula muda yang males download. Pertanyaan saya? Kenapa mereka masih membeli CD bajakan yang jelas-jelas dilarang oleh Negara kita tercinta ini? Kalian pasti bisa menjawabnya bukan? Ya, Murah!

Saya pribadi dahulu suka sekali membeli CD bajakan (sebenarnya dari hati sih gak suka) semenjak SD sampai SMP namun kebiasaan membeli CD bajakan berkurang saat saya masuk SMA setelah saya mulai sering belanja di mall. Kalau saja di tempat saya (Rengasdengklok) ada yang menjual CD original mungkin saya dari dulu tidak pernah beli CD bajakan. Di Rengasdengklok satu-satunya toko yang masih bertahan adalah toko yang menjual kaset original, itu pun koleksinya tidak lengkap dan semakin hari semakin banyak yang gulung tikar. Sampai sekarang ini, Jum’at 15 Juli 2016 di Rengasdengklok sukses tidak ada satupun penjual kaset original. Wow fantastis sekali.

Pemerintah jika saya lihat masih setengah-setengah memberantas peredaran CD bajakan. Saya tidak menyalahkan pemerintah karena memang perdagangan CD original di daerah-daerah masih sangat kurang bahkan sudah tidak ada sama sekali sedangkan masyarakat yang ada di daerah pun juga ingin mendapat hiburan dari penyanyi yang mereka suka. Di tambah lagi harga CD-CD original sekarang ini sangat-sangat mahal sekali. Dulu waktu tahun 2009 saya bawa uang 100rb pun bisa membawa 3 sampai 4 CD ori ke rumah. Sedangkan sekarang, dengan uang 100rb Cuma dapat 2 sampai 1 CD ori. Bahkan 100rb pun masih kurang untuk membeli 1 CD. Mahal memang. Tapi saya tetap membeli CD ori karena memang membeli CD ori lebih terhormat ketimbang membeli CD bajakan dan kualitasnya juga (kadang) lebih bagus.

Kalau menurut saya sih ya, biarlah pedagang-pedagang CD bajakan di Indonesia menggelar dagangannya selagi tidak menjual VCD/DVD berbau pornografi. Lagian, pedagang CD bajakan di juga tidak semua dagangannya menjual produk-produk yang melanggar hak cipta. Contohnya, rekaman hiburan organ tunggal, VCD ceramah yang direkam di masjid-masjid dan film dokumenter yang dibuat oleh orang-orang kreatif yang tidak mampu menjual produknya secara legal.

Cobalah untuk para produsen musik, kembalikan harga seperti dulu. Kembalikan harga-harga menjadi kurang dari Rp40.000, agar masyarakat pun berani untuk membeli yang asli dan meninggakan CD bajakan.

Ayo, para penyanyi favoritku, jangan patah semangat. Masih ada kok yang setia membeli CD original dari Anda. Dan jangan haling-halangi para pembeli CD bajakan karena tanpa adanya penjual CD bajakan, lagu-lagu anda tidak akan pernah di putar di daerah-daerah yang tidak bisa di jangkau oleh penjual CD original.

This entry was posted in Share.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *